Pindah
April 12th, 2009 by nuriraAssalamualaikum..
Pemberitahuan, saya telah berpindah ‘rumah’.. alamat baru sekarang: www.firdausnurul.blogspot.com
kalau ada masa, sudi-sudilah ziarah ![]()
Assalamualaikum..
Pemberitahuan, saya telah berpindah ‘rumah’.. alamat baru sekarang: www.firdausnurul.blogspot.com
kalau ada masa, sudi-sudilah ziarah ![]()
O Allah, O Karim,
Please have Mercy on me.
O Allah, O Karim,
Please forgive me
for the sins I committed in the past
and those I will commit in the future.
O Allah,
have Mercy on all the Muslimeen,
and guide them. Guide me O Allah,
and guide my parents, my siblings, my cousins,
my aunts and uncles,
my nephews and nieces and so forth.
O Allah,
I ask You
to strengthen my iman and those around me.
I ask You to soften my heart
and to soften the hearts of the Believers.
O Allah,
forgive me for my shortcomings,
for only You are Perfect.
O Allah,
Please Forgive me
if I ever got too wrapped in a matter
that I didn’t have the time to utter Your Name.
O Allah,
Please Forgive me for all the salat I missed
because of ignorance or laziness,
Please Forgive me for all the fasts I didn’t make up,
thinking it was "alright, since I fasted most of the days anyway."
O Allah,
Please Forgive me
for the quarter I never dropped
into the metal cup for the homeless man begging on the street.
O Allah,
Please spark the love of Islam in my heart
and in the hearts of every single Muslim
until it gets implanted in their children
and their childern’s children and so on.
O Allah,
I ask that You help me for I am weak
and will only grow stronger by Your Stren! gth,
so Allah Please Strengthen me to fight Shaitan and his whispers.
And if I ever fell into his trap and followed my desire,
then sincerely forgive me,
for that displays not only my weakness,
but Your Greatness as well.
O Allah,
Please lighten the punishment in the grave
for those before us and those after us.
Please Allah, lighten the punishment
and please shed light into every Muslim’s grave.
O Allah,
if I ever was too afraid
to stand up for Your Deen
because of what others would think,
then Forgive me, for I was a fool for doing so.
O Allah,
Please Protect me and each Musilman,
and Protect especially the orphans and the widows.
O Allah,
Please Strengthen the faith
of the destitute Muslims around the world,
so they have hope to live.
O Allah,
if I ever forgot to do du’a
for even one suffering Muslim,
then Forgive me for then it is as if I haven’t done du’a
for the entire ummah.
O Allah,
Please be the Light of my eyes, ears and heart.
O Allah, Please be the Light on the sides of me
and the Light behind me
and the light in front of me.
O Allah,
Please Forgive me
for all the foul words I spoke
either out of ignorance or
because I was trying to be "cool."
O Allah,
please forgive me
if I never stopped to think about You,
due to "other important things."
O Allah,
Please Forgive me
for not having enough time
or creating time for reading the Qur’an.
O Allah,
Please Forgive me
for listening to music
and watching movies and t.v.
O Allah,
please forgive me for all the yelling I’ve done
and the arguments I’ve been in.
For the only time the voice should be raised
is for Your Praises!
O Allah,
Please Forgive me
for my disrespect towards my family,
elders, siblings and so on.
O Allah,
Please Forgive me
for any backbiting I have been accused of,
whether I did it consciously or unconsciously.
O Allah, Rab al-Alamin,
Forgive me, Forgive me for everything.
So for everyone, every single Muslim,
dead or alive,
I do du’a that you forgive them
for all their sins.
O Allah,
Please Please Please
help the suffering Muslims
of Kashmir, Palestine, Chechnya, Bosnia, Gujarat, Nigeria,
Iraq, Afghanistan and everywhere around the world.
Please O Allah, make the Mujahideen victorious,
and let the beauty of Islam reign!
O Allah,
Give victory to the Muslims!
O Allah, Please let True Islam reign!
O Allah, Please increase our knowledge
of Your Deen and this world.
Oh Allah,
Please Help us all and guide us,
for You are Everything to us.
O Allah,
I cannot stress how much I ask
for Your Forgiveness and Your Guidance.
O Allah,
I fear You,
I fear You soooo much words cannot describe.
I fear the day when I will meet You,
and I WILL meet You.
When we are one on one,
and I have no one’s help or support.
No-one can take the blame for me
nor I for them.
The only thing I will have
is a little book given to me by You
that has my deeds.
O Allah,
Please Forgive me for my thoughts,
for even though I get sinned only for my actions,
I cannot help but feel guilty for my thoughts
and I ask You to Forgive me for them
and to clear my mind of any impurities
until You become the Only thi! ng on
my mind.
O Allah,
Please Forgive me
if I ever did anything out of gain
for this life and not for Your pleasure.
If I ever did anything to "show off"
then Please Forgive me for that.
O Allah,
I do du’a
that You grant us all God-Fearing spouses
and grant us righteous children.
Oh Allah,
I do du’a
that You continue to strengthen this ummah
until the Day of Resurrection.
O Allah,
Forgive me
for whatever I have not mentioned,
for I am bound to forget
….but You,
through Your Greatness…
You Never Forget.
O Allah,
Please Grant
all the Muslims
Jannah-tul-Firdaus.
O Allah,
I ask that You shed Your Mercy
on all the Prophets (peace be upon them)
and on all the Angels (peace be upon them).
Lastly, I do du’a
You shed Your Mercy
on the Prophet Muhammad ,
his family and companions.
I do du’a
that you grant Muhammad
the Highest Station in Paradise.
Rabinna Aateena
Fidduniya Hasanathow
Wa Fil Akhirati Hasanathow,
Wakina Azaab annaar.
Ameen.
:: From islamic ways groups
Ya Allah,
Sahabatku tak spt sahabat Rasulullah saw,
Sahabat Nabi setia di sisi,
Sahabatku datang dan pergi..
Ya Allah,
Aku muhasabah,menerawang sendiri,
Dari kecil himgga saat ini,
Ramai sudah bertandang di hati,
Ramai juga yang datang dan pergi..
Ya Allah,
sahabat ketawa, aku gembira,
sahabat sayu, aku syahdu,
sahabat layu,aku pilu,
sahabat cemerlang, aku gemilang..
Ya Allah,
Kawanku, sahabatku,
Rahmati kami meniti usia,
Terpisah kami di alam nyata,
Temukan semula kami di taman syurga..
Ya Allah,
Sahabatku, penawar hatiku,
Mesra kami penawar duka,
rindu kami menambah cinta, rajuk kami membuah ceria..
Ya Allah,
Silaturrahim kami, ukhuwah fillah,
Bermusuh kami, na’uzubillah,
Berpisah mati, insyAllah,
Pengubat hati, do’a Rabitoh…
amiin
mari kita sama-sama menghayati kisah ini ^^
RABI’AH AL ADAWIYAH Perindu Cinta Allah(majalah haluan)
Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal
dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah
berhampiran kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang
miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah.
Ayahnya pula hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai
Dijlah dengan menggunakan sampan.
Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam
dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan
ketaqwaan telah mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai
berlumba-lumba mencari kekayaan. Justeru itu kejahatan dan maksiat
tersebar luas. Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin
diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup
wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali.
Namun begitu, Allah telah memelihara sebilangan kaum Muslimin agar
tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut. Pada masa itulah muncul satu
gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan
al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka
menghabiskan masa dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi
segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai
hamba yang benar-benar taat.
Bapa Rabi’ah merupakan hamba yang sangat bertaqwa, tersingkir
daripada kemewahan dunia dan tidak pernah letih bersyukur kepada Allah.
Dia mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih.
Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata.
Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi
al-Quran sehigga berjaya menghafal kandungan al-Quran. Sejak kecil lagi
Rabi’ah sememangnya berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi
serta keimanan yang mendalam.
Menjelang kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit. Keadaan
itu semakin buruk setelah beliau ditinggalkan ayah dan ibunya. Rabi’ah
juga tidak terkecuali daripada ujian yang bertujuan membuktikan
keteguhan iman. Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam
kancah maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan asas keimanan
yang belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali
bertaubat. Babak-babak taubat inilah yang mungkin dapat menyedar serta
mendorong hati kita merasai cara yang sepatutnya seorang hamba
brgantung harap kepada belas ihsan Tuhannya.
Marilah kita teliti ucapan Rabi’ah sewaktu kesunyian di ketenangan malam ketika bermunajat kepada Allah:
“Ya Allah, ya Tuhanku. Aku berlindung diri kepada Engkau daripada
segala yang ada yang boleh memesongkan diri daripada-Mu, daripada
segala pendinding yang boleh mendinding antara aku dengan Engkau!
“Tuhanku! bintang-bintang telah menjelma indah, mata telah tidur
nyenyak, semua pemilik telah menutup pintunya dan inilah dudukku di
hadapan-Mu.
“Tuhanku! Tiada kudengar suara binatang yang mengaum, tiada desiran
pohon yang bergeser, tiada desiran air yang mengalir, tiada siulan
burung yang menyanyi, tiada nikmatnya teduhan yang melindungi, tiada
tiupan angin yang nyaman, tiada dentuman guruh yang menakutkan
melainkan aku dapati semua itu menjadi bukti keEsaan-Mu dan menunjukkan
tiada sesuatu yang menyamai-Mu.
“Sekelian manusia telah tidur dan semua orang telah lalai dengan
asyik maksyuknya. Yang tinggal hanya Rabi’ah yang banyak kesalahan di
hadapan-Mu. Maka moga-moga Engkau berikan suatu pandangan kepadanya
yang akan menahannya daripada tidur supaya dia dapat berkhidmat
kepada-Mu.”
Rabi’ah juga pernah meraung memohon belas ihsan Allah SWT:
“Tuhanku! Engkau akan mendekatkan orang yang dekat di dalam
kesunyian kepada keagungan-Mu. Semua ikan di laut bertasbih di dalam
lautan yang mendalam dan kerana kebesaran kesucian-Mu, ombak di laut
bertepukan. Engkaulah Tuhan yang sujud kepada-Nya malam yang gelap,
siang yang terang, falak yang bulat, bulan yang menerangi, bintang yang
berkerdipan dan setiap sesuatu di sisi-Mu dengan takdir sebab Engkaulah
Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.”
Setiap malam begitulah keadaan Rabi’ah. Apabila fajar menyinsing, Rabi’ah terus juga bermunajat dengan ungkapan seperti:
“Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti.
Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya
aku berasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan
takziah? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau
menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika
Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, nescaya aku akan tetap tidak
bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.”
Seperkara menarik tentang diri Rabi’ah ialah dia menolak lamaran untuk berkahwin dengan alasan:
“Perkahwinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan.
Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik
Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apa-apa pun.”
Rabi’ah seolah-olah tidak mengenali yang lain daripada Allah. Oleh
itu dia terus-menerus mencintai Allah semata-mata. Dia tidak mempunyai
tujuan lain kecuali untuk mencapai keredaan Allah. Rabi’ah telah
mempertalikan akalnya, pemikirannya dan perasaannya hanya kepada
akhirat semata-mata. Dia sentiasa meletakkan kain kapannya di
hadapannya dan sentiasa membelek-beleknya setiap hari.
Selama 30 tahun dia terus-menerus mengulangi kata-kata ini dalam sembahyangnya:
“Ya Tuhanku! Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu.”
Antara syairnya yang masyhur berbunyi:
“Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada
selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib
daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak
pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Rabi’ah telah membentuk satu cara yang luar biasa di dalam mencintai
Allah. Dia menjadikan kecintaan pada Ilahi itu sebagai satu cara untuk
membersihkan hati dan jiwa. Dia memulakan fahaman sufinya dengan
menanamkan rasa takut kepada kemurkaan Allah seperti yang pernah
diluahkannya:
“Wahai Tuhanku! Apakah Engkau akan membakar dengan api hati yang
mencintai-Mu dan lisan yang menyebut-Mu dan hamba yang takut kepada-Mu?”
Kecintaan Rabi’ah kepada Allah berjaya melewati pengharapan untuk beroleh syurga Allah semata-mata.
“Jika aku menyembah-Mu kerana takut daripada api neraka-Mu maka
bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu kerana tamak kepada
syurga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku
menyembah-Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan
yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia
itu.”
Begitulah keadaan kehidupan Rabi’ah yang ditakdirkan Allah untuk
diuji dengan keimanan serta kecintaan kepada-Nya. Rabi’ah meninggal
dunia pada 135 Hijrah iaitu ketika usianya menjangkau 80 tahun.
Moga-moga Allah meredainya, amin!
Sekarang mari kita tinjau diri sendiri pula. Adakah kita menyedari
satu hakikat yang disebut oleh Allah di dalam Surah Ali Imran, ayat 142
yang bermaksud:
“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga padahal belum
nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang
yang sabar.”
Bagaimana perasaan kita apabila insan yang kita kasihi menyinggung
perasaan kita? Adakah kita terus berkecil hati dan meletakkan kesalahan
kepada insan berkenaan? Tidak terlintaskah untuk merasakan di dalam
hati seumpama ini:
“Ya Allah! Ampunilah aku. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kasih-Mu yang abadi dan hanya hidup
di sisi-Mu sahaja yang berkekalan. Selamatkanlah aku daripada tipu daya
yang mengasyikkan.”
Sesungguhnya apa juga lintasan hati dan luahan rasa yang tercetus
daripada kita bergantung kepada cara hati kita berhubung dengan Allah.
Semakin kita kenali keluhuran cinta kepada Allah, maka bertambah erat
pergantungan hati kita kepada Allah serta melahirkan keyakinan cinta
dan kasih yang sentiasa subur.
Lanjutan itu jiwa kita tidak mudah berasa kecewa dengan gelagat
sesama insan yang pelbagai ragam. Keadaan begini sebenarnya terlebih
dahulu perlu dipupuk dengan melihat serta merenungi alam yang
terbentang luas ini sebagai anugerah besar daripada Allah untuk
maslahat kehidupan manusia. Kemudian cubalah hitung betapa banyaknya
nikmat Allah kepada kita.
Dengan itu kita akan sedar bahawa kita sebenarnya hanya bergantung
kepada Allah. Bermula dari sini kita akan mampu membina perasaan cinta
terhadap Allah yang kemudian mesti diperkukuhkan dengan mencintai titah
perintah Allah. Mudah-mudahan nanti kita juga akan menjadi perindu
cinta Allah yang kekal abadi.
= renungkan2 diri kita =
~Wallahua’lam~
KOLEKSI II ARTIKEL DR. IKMAL
PERUBATAN DALAM ISLAM
Setiap manusia yang berada di muka bumi ini tidakterlepas dari
ditimpa ujian dan kesakitan. Ujian tetap menimpa samada dia suka
atau tidak, samada dia seorang ahli ibadah atau tidak, samada dia
berjaga-jaga atau tidak, samada dia seorang Mukmin atau kafir,
samada dia seorang Mukmin yang bertaqwa atau Mukmin yang`asi.
Ada tiga tujuan utama kenapa dan mengapa Allah timpakan penyakit
pada seseorang itu:
Untuk Penghapusan Dosa, Rahmat Dan Peningkatan Darjat
Sakit bukan sahaja menjadi bala tetapi juga rahmat dan kasih sayang
Allah pada kita. Kalau kita berzikir, beristigfar, sembahyang dan
sebagainya, belum tentu Allah terima amal tersebut. Oleh sebab itu
sakit dan ujian yang ditimpakan, kalau dia berdosa, itu adalah
penghapusan dosa. Kiranya dia tidak berdosa, itu akan jadi darjat
atau pangkat untuknya di Akhirat kelak.
Penginsafan
Cara inilah Allah hendak insafkan seseorang itu. Selama ini apabila
dengar kuliah agama, baca buku atau risalah agama tak boleh
sedarkannya. Nak tunjuk ajar dan nasihat, dia marah. Tapi apabila
ditimpa sakit,itulah didikan Allah padanya. Itulah "Rotan" Allah.
Sebab itu ada sesetengah orang, dia insaf sewaktu ditimpa sakit.
Insaf itu rahmat Allah. Dia sedar dan insaf bahawa hakikat sakitnya
adalah kerana dosa-dosanya. "Aku ada dosa ni. Mudah-mudahan
Allahampun dosa aku." Dia sabar dan redha dengan ketentuanAllah itu.
Kalau mati pada waktu itu, insyaAllah dia mati dalam keadaan baik.
Di dunia lagi dia sudah diazab, sebelum di Akhirat.Kalau dia insaf,
itulah rahmat untuknya. Macam kita pukul anak kerana main tepi
kolam. Kita takut dia lemas. Kita pukul sikit. Bukan pukul
membinasakan tapi pukul kerana sayangkan dia.
Kutukan Allah
Apabila Allah sudah marah atau kutuk pada seseorang itu, maka di
azab-Nya di dunia lagi sebelum di Akhirat. Biasanya kalau ada
hubungan dengan kutukan Allah, susah hendak baik (sembuh).
Kadangkalanya matipun dalam keadaan terhina. Biasanya tanda
orang semacam ini, apabila ditimpa sakit, samada sudah sembuh atau
sedang sakit, dia akan bertambah jahat.Bertambah lupa dengan Allah.
Sakitnya membawa iman semakin rosak. Syariat juga semakin
longgar.Barangkali dari sembahyang, jadi tak sembahyang.Kalaupun dia
sembahyang, dia cuai dan lalai. Atau mungkin dia bertambah mengarut
dan mencarut tidak tentu arah. Itulah kutukan Allah padanya.
Kebanyakan kategori golongan ini, mereka mati dalam keadaan terhina.
Doktor Islam
Setiap doktor Islam, ia mestilah seorang yang warak dan bertaqwa.
Sebelum mengubat seseorang pesakit, diamesti pastikan biodata atau
letar belakang pesakit itu terlebih dahulu. Apa punca-punca sebenar
penyakitnya itu. Adakah sakit itu disebabkan oleh:
1. Kerana Allah sayang atau
2. Kerana Allah marah (kutuk), atau
3. Kerana Allah nak insafkan dia.
Maknanya doktor dalam Islam adalah bukan sebarangan doktor. Begitu
juga dengan pesakit. Sebab itu orang yang sangat soleh (saleh) atau
orang yang mempunyai ketaqwaan yang tinggi, dia tidak mahu berubat.
Dia rasa beruntung bila dapat sakit. Samada itu merupakan
penghapusan dosa atau peningkatan darjat. Dia inginkan pahala
percuma dari Allah.
Sakit itu pahala percuma, anugerah Tuhan tanpa kita berbuat apa-apa
amal ibadah. Itu lebih selamat daripada kita berbuat amalan-amalan
yang lain. Apabila kita sembahyang, puasa, berdakwah kemana-
mana;kadang-kadang riyak, megah, ujub menyerang kita. Tapi bila
sakit mana nak rasa megah, riyak dan sebagainya.Adakah kita akan
kata, "Aku rasa bangga dapat sakit ini". Tak ada. Tak ada orang yang
rasa bangga bila mendapat sakit.
Ada beberapa penyakit yang sukar hendak disembuhkan walaupun pada
zahirnya dia sudah diberi ubat. Kecuali dia sungguh-sungguh
bertaubat dan meminta maaf.Sesetengah penyakit zahir, ia adalah
luahan daripadapenyakit batin. Penyakit zahir ini tidak akan sembuh
selagi penyakit batin ini tidak diubati terlebih dahulu. Sebab itu
seorang doktor Islam, hendaklah faham mengapa dan kenapa seseorang
itu ditimpa sakit.Adakah sakit itu semata-mata penyakit zahir
ataupun luahan daripada penyakit batin.
Ada beberapa sebab atau punca mengapa sesuatu penyakit itu sukar
disembuhkan:
1. Derhaka pada kedua ibu bapa, guru atau mencabar Allah.
2. Mencacatkan orang Allah
3. Akibat zalim pada makhluk Allah.
Sifat Derhaka
Katakanlah doktor sudah tahu apa penyakit si pesakit.Katakan dia
derhaka kepada mak ayah atau guru dan sebagainya. Kalau ada penyakit
ini, maka payah hendak disembuhkan. Boleh diberi ubat, tapi
tunggulah sampai mati, dia takkan sembuh. Kecuali dia insaf, pergi
minta maaf dan bertaubat sungguh-sungguh.
Atau sesetengah orang itu dia sepak Al Quran, memaki Allah dan
sebagainya. Kemudian dia jatuh sakit. Itujuga payah nak disembuhkan.
Itu sakit dikutuk.
Sebab itu bila seseorang itu hendak berubat, dia serahkan dirinya
pada doktor. Itu sebabnya mengapa doktor itu mesti seorang yang
bertaqwa dan faham tentang Islam. Jadi kalau seseorang itu sakit
kerana derhaka kepada ibu bapa atau guru, doktor yang taqwanya kuat,
akan dapat mengesannya. Maka disuruh sahaja dia pergi meminta maaf.
InsyaAllah selesai.Selagi dia tak selesai, insyaAllah dia takkan
sembuh.Kalau ibubapa dan gurunya masih hidup lagi,alhamdulillah.
Tapi kalau sudah mati, lagi susahlah hendak disembuhkan.
Cacatkan Orang Allah
Mencacatkan orang-orang Allah terutamanya ulama (guru)yang bertaqwa.
Rasulullah saw bersabda:
"Daging para ulama itu racun. Barangsiapa yang memakannya nescaya ia
binasa."
Bukan semua ulama tapi ulama yang amilin. Siapa yang mengata atau
mengeji para ulama amilin, kalau dia tidak betul-betul taubat, kalau
mati nanti mungkin dia akan terhijab untuk mati dalam iman. Ramai
orang yang tidak sedar dalam hal ini. Kesalahan tanpa sedar.Manalah
dia terfikir sebab itu yang boleh mencacatkan dirinya. Sebab itu
bila dia sakit ataupun sudah sembuh tapi hidupnya sudah tidak
menentu. Pergi sana orangbenci. Dengan anak isteri pun bergaduh.
Kadang-kadang hidup merempat. Kalaulah sudah derhaka padaorang-orang
Allah, kiranya dia masih hidup, pesakit itu sedar pula akan
kesalahannya, senang sikit untukmeminta maaf. Tetapi kalau sudah
mati? Cuma yang boleh, selalu hadiahkan bacaan Al Fatihah,
Qulhuwallahdan lain-lain amalan bakti padanya.
Akibat Zalim Pada Makhluk Allah
Pernah seorang lelaki telah berbelas tahun kenapenyakit. Macam-macam
doktor pakar dia pergi. Kemudian dia pergi kepada seorang doktor
Islam. Doktor itutanya, "Apa yang kamu buat di rumah atau ada bela
ituatau ini?"
Dia pun cerita, ada bela ikan dalam balang dan burung-burung dalam
sangkar.
"Ini yang menyiksa kamu. Kamu bela ikan dan burung dalam benda
kecil. Mereka tidak bebas. Azab makhluk Tuhan, patutlah Allah azab
kamu. Cuba awak lepaskan."
Dia lepas, kemudian kejap saja dia sembuh. Orang yang zalim, di
dunia lagi dia akan dibalas kezaliman yang dibuatnya.
Asas Setiap Ubat; Bangunkan Jiwa
Kadang-kadang sakit ini ada hubungan dengan jiwa. Dia tidak boleh
diganggu jiwanya. Dia tak boleh kena uji. Mungkin dengan ragam
isteri, suami atau orang kata,dia tak tahan. Kadang-kadang kesan
daripada jiwa selalu bergolak, memberi kesan kepada fizikal.
Sebabitu kadang-kadang apabila doktor periksa, pada zahirnya tidak
ada sakit. Tapi dirinya terasa ada sakit. Ada memberi kesan pada
dirinya seperti terasasakit, letih, tak lalu makan, kurus atau apa-
apa saja.
Jadi kalau doktor yang faham, akan menanya:
"Apa masalah kamu?"
"Bila ada masalah, apa yang kamu rasa"
"oh, jiwa tak kuat."
Padahal bagi orang lain, perkara itu kecil saja. Tidak ada apa
benda. Tetapi pada dia, oleh kerana jiwanya tidak kuat, ia boleh
memberi effect pada fizikal.
Oleh itu kalau ada doktor yang bertaqwa, pesakit seumpama ini perlu
dikuatkan dengan jiwa tauhid. Kena bangunkan jiwanya. Cerita bahawa
Allah itu ada, Allahberkuasa. Beri juga ubat, tetapi beri kekuatan
tauhid itu asasnya. Ubat itu hanya sampingan saja tapi bukan asas.
Bangunkan jiwa itu asas. Ubat itu sampingan.Kena juga diberi ubat,
sebab ada kesan pada fizikal.Tapi puncanya, jiwa atau fikiran tidak
tenang, perlu diutamakan.
Allah swt berfirman yang maksudnya:
"mengingati Allah itu menenangkan jiwa (hati)."
Jadi orang yang tidak kuat hubungan dengan Allah swt,jiwanya tidak
kuat. Itu sebabnya ia memberi kesan kepada fizikal.
~Wallahua’lam~
a meaningful poem…merenungi diri memikirkan diri sendiri…menginsafkan… pernah dibacakan dlm stesen radio ikim.fm…
Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu’lah kamu sebelum kamu diwudhu’kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih….
Walaupun orang yang hadir itu merintih….
Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai….
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa….
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus….
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud….
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian….
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat….
Usunglah dirimu ke tikar Solat….
Sebelum kamu diusung ke liang lahad….
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!
Iringilah dirimu ke masjid….
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia….
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa’!
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.. ..
Dengan panggilan ‘Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal….
Bukan yang pergi!
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!
Ingatlah di mana saja kamu berada….
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,….
Sambutlah seruan-Nya Sebelum Dia….
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya….
setitis air yang tidak bererti!
Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi seketul daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti….
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu….
Yang kalau jatuh ke tanah Ayam tak patuk itik tak sudu!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu….
Yang lebih agung dari malaikat!
Lahirmu bukan untuk dunia….
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat!
Sambutlah seruan ‘Hayya ‘alas Solaah’….
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan ‘Hayya ‘alal Falaah’….
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!
Ingatlah yang kekal ialah amal….
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan.. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!
Pada hari itu tiada berguna….
Harta, tahta dan putera….
Isteri, kad kredit dan kereta….
Kondominium, saham dan niaga….
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia!!!
Wallahu’alam..
Waktu engkau masih
kanak-kanak………….
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’, Aku
kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau
pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra
Sekarang engkau telah
dewasa…………..
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu,
mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu
aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji…….
Sekarang, Aku
tersimpan rapi sekali;
sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku
sudah engkau anggap hanya sebagai pngisi setormu.
Kadang kala Aku
dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat
penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir,
dibiarkan dalam kesendirian , kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, aku
engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca
beberapa
halaman.
Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama
temanmu di surau…..
Sekarang…seawal pagi sambil minum
kopi…engkau baca
surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau
membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang
datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan…
Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka
surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati
musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam
keretamu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasyen radio
kesukaanmu
Mengasyikkan.
Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk
kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku………
E-mail temanmu yang ada
ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku
Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam
di depan TV.
Menonton siaran telivisyen
Di depan komputer berjam-jam
engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu………
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan
hama
Seingatku, hanya awal
Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini
terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan
mu
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Apakah TV, radio
,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t
yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat
berlalu…
Dan akhirnya…..
kubur yang setia menunggu mu………..
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu
Jika Aku engkau
baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang
sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah "Al-Qur’an",kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah Aku
kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada
padaku adalah ayat-ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui
Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu…….
Letakkan aku
selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali…
Baca dan pelajari lagi Aku….
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat
Seperti
dulu…. Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Assalamualaikum… post ni ada kat mana2.. mungkin ramai yang dah pernah baca sebelum ni,, tp apa salahnya kalau nk share jugak kat sini kan..
1. KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
AL-QURAN
MENJAWAB: "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja
mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)
2. KITA BERTANYA: KENAPA AKU TDK DPT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
AL-QURAN
MENJAWAB: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik
bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah ayat 216)
3. KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
AL-QURAN MENJAWAB: "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah Al-Baqarah ayat 286)
4. KITA BERTANYA : KENAPA RASA KECEWA?
AL-QURAN
MENJAWAB: "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu
bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi
darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Surah Al-Imran ayat
139)
5. KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QURAN
MENJAWAB : "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu
(menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang
berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran
musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan
pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
AL-QURAN MENJAWAB: "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya
sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
(Surah Al-Baqarah ayat 45)
6. KITA BERTANYA : APA YG AKU DPT DRPD SEMUA INI?
AL-QURAN MENJAWAB: "Sesungguhnya Allah
telah membeli dari orang-orang mukmin, diri, harta mereka dengan
memberikan syurga untuk mereka…… " (Surah At-Taubah ayat 111)
7. KITA BERTANYA : KPD SIAPA AKU BERHARAP?
AL-QURAN MENJAWAB: "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya.Hanya kepadaNya aku bertawakkal." (Surah At-Taubah ayat 129)
8. KITA BERKATA : AKU TIDAK DAPAT TAHAN!
AL-QURAN MENJAWAB: "…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf ayat 83)
hmm..see,everything dah ada dlm the Holy Qur’an.. bacalah ia selalu..bukan just masa ada masalah ke.. bcoz i’m sure, u’ill find or get back ur strength after recite it..trust me
wallahua’lam
Jika kejahatan dibalas dengan kejahatan - itu adalah dendam.
Jika kebaikan dibalas dengan kebaikan - itulah tanda ketinggian budi.
Jika kebaikan dibalas dengan kejahatan - itu adalah kezaliman.
Tetapi jika kejahatan dibalas dengan kebaikan - itulah buktinya pekerti mulia lagi terpuji.
"Sungguh sedikit manusia yang memahami.
Lebih sedikit manusia yang memahami dan mengamalkan.
Lebih sedikit lagi manusia yang telah memahami, mengamalkan dan ikhlas.
Terlebih sedikit lagi manusia yang telah memahami, mengamalkan dan ikhlas serta sampai ke tujuan."
-AsSyahid Imam Hassan al-Banna
who knows what you do and what you think? only you (n Allah (= )
~ makanya, bersangka baik kat sume org..
#credits to leen
al-An’am (6:44)
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara iba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
al-Ma’arij (70:19-21)
19- Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh
20- Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
21- dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir
al-Yunus (10:12)
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan baring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang2 yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
az-Zumar (39:8)
Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepadaNya, tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu..
az-Zumar (39:49)
Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata " Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah kerana kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
al-Hadid (27: 22-24)
22- Setiap bencana yang menimpa dibumi dan yang menipa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis di kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
23- Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang telah luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan ALLAH tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.
24- iaitu orang2 yang kikir dan menyuruh orang lainberbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah ALLAH), maka sesungguhnya ALLAH, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji.
al-Hadid (57:20)
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian (tanaman-tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudia bertukar hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari ALLAH serta keredhaanNya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.